Bagimuslim, hukum memakan makanan halal merujuk pada Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 172. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ Arab latin: Yฤ ayyuhallaลผฤซna ฤmanแปฅ kulu min แนญayyibฤti mฤ razaqnฤkum wasykurแปฅ lillฤhi ing kuntum iyyฤhu ta'budแปฅn AMALSHALIH Perspektif Hadis Maudhu'iy Oleh: Asman 1 PENDAHULUAN Keberadaan agama Islam tidak lepas dari dua sumber utama yang menjadi tolak ukur perbedaan, yaitu al -Quran dan segala hal yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW. yang lebih sering disebut sebagai hadis. Al-Quran merupakan sumber pertama dan utama dalam kajian Islam. AllahTa'ala berfirman, 'Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.' (QS. Al-Mu'minun: 51). Dan Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.' (QS. Al-Baqarah: 172). Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (An-Nahl: 114) "Hai rasul-rasul, makanlah dari ath-thayyibaat, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mu'minun: 51) Hai rasul-rasul, makanlah dari ath-thayyibaat, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mu'minun: 51) Ath-Thayyibaat artinya adalah yang halal. Allah SWT perintahkan untuk memakan rezeki yang halal sebelum beramal. FirmanAllah SWT: "Wahai rasul-rasul, makanlah kamu daripada yang baik lagi halal dan beramallah kamu dengan amal yang soleh, sesungguhnya Aku amat mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mukminun: 51). Dan firman Allah SWT: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kamu yang halal yang Aku rezekikan kepada kamu." (Al-Baqarah: 172). Artinya "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 168 agar manusia tidak mengikuti langkah setan untuk mengonsumsi makanan yang diharamkan. Barangsiapa yang makan makanan halal selama 40 hari, Allah akan menyinari hatinya dengan mengalirkan mata air hikmah dari hati ke lidahnya" (H.R Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa') Hadits ini disebutkan dalam 'Ihyaa' Uluumuddin. JanganMemakan Makanan yang Diharamkan dalam Islam Sebagaimana Firman Allah, ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู‡ูู„ูŽู‘ ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ู ููŽู…ูŽู†ู ุงุถู’ุทูุฑูŽู‘ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุจูŽุงุบู ูˆูŽู„ูŽุง Makanlahdari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari (makanan) haram, neraka lebih pantas baginya." (HR. Tirmidzi). fgXHUB. MENCARI rezeki merupakan tuntutan kehidupan yang tak mungkin seseorang menghindar darinya. Seorang muslim tidak melihatnya sekadar sebagai tuntutan kehidupan. Namun ia mengetahui bahwa itu juga merupakan tuntutan agamanya, dalam rangka menaati perintah Allah untuk memberikan kecukupan dan maโ€™isyah kepada diri dan keluarganya, atau siapa saja yang berada di bawah tanggung jawabnya. Dari sinilah seorang muslim bertolak dalam mencari rezeki. Sehingga ia tidak sembarangan dan tanpa peduli dalam mencari rezeki. Tidak pula bersikap materialistis atau Yang penting kebutuhan tercukupiโ€™, Yang penting perut kenyangโ€™ tanpa peduli halal dan haram. Atau bahkan lebih parah dari itu ia katakan seperti kata sebagian orang, Yang haram saja susah, apalagi yang halalโ€™. Sekali-kali tidak! Itu adalah ucapan orang yang tidak beriman. Bahkan yang halal insya Allah jauh lebih mudah untuk didapatkan daripada yang haram. Dengan demikian sebagai seorang muslim yang taat, ia akan memerhatikan rambu-rambu agamanya sehingga ia akan memilah antara yang halal dan yang haram. Ia tidak akan menyuapi dirinya, istri dan anak-anaknya kecuali dengan suapan yang halal. Terlebih di zaman seperti yang disifati oleh Nabi โ€œAkan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.โ€ Shahih, HR. Al-Bukhari dan An-Nasaโ€™i dari hadits Abu Hurairah z, Shahih At-Targhib no. 1722 Suapan yang haram tak lain kecuali akan menyebabkan pemakannya terhalangi dari surga. Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Nabi n, beliau bersabda โ€œTidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.โ€ Shahih Lighairihi, HR. Abu Yaโ€™la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730 Oleh karenanya, istri para as-salaf ash-shalih para pendahulu kita yang baik bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan โ€œJauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.โ€ Mukhtashar Minhajul Qashidin Tentu mencari yang halal merupakan kewajiban atas setiap muslim, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Qudamah t dalam kitabnya Mukhtashar Minhajul Qashidin โ€œKetahuilah bahwa mencari yang halal adalah fardhu atas tiap muslim.โ€ Karena demikianlah perintah Allah l dalam ayat-ayat-Nya dan perintah Rasul n dalam hadits-haditsnya. Di antaranya โ€œHai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.โ€ Al-Baqarah 168 As-Saโ€™di t menafsirkan โ€œIni adalah pembicaraan yang ditujukan kepada manusia seluruhnya mukmin maupun kafir, bahwa Allah l memberikan karunia-Nya kepada mereka yaitu dengan Allah l perintahkan mereka agar memakan dari seluruh yang ada di muka bumi berupa biji-bijian, buah-buahan, dan hewan-hewan selama keadaannya halal. Yakni, dibolehkan bagi kalian untuk memakannya, bukan dengan cara merampok, mencuri, atau dengan cara transaksi yang haram, atau cara haram yang lain, atau untuk membantu yang haram.โ€ Tafsir As-Saโ€™di โ€œDan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.โ€ Al-Maโ€™idah 88 โ€œMaka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.โ€ An-Nahl 114 โ€œHai rasul-rasul, makanlah dari ath-thayyibaat, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.โ€ Al-Muโ€™minun 51 Ath-Thayyibaat artinya adalah yang halal. Allah l perintahkan untuk memakan yang halal sebelum beramal. Di samping perintah untuk mencari yang halal, Allah l dan Nabi-Nya n melarang dan memperingatkan kita dari penghasilan yang haram. Allah l berfirman โ€œDan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.โ€ Al-Baqarah 188 Diriwayatkan dari Abu Hurairah z, Rasulullah n bersabda โ€œSesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah l perintahkan mukminin dengan apa yang Allah l perintahkan kepada para Rasul, maka Allah l berfirman Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanโ€™ dan berfirman Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.โ€™ Lalu Nabi n menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya kusut masai, tubuhnya berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berucap Wahai Rabbku, wahai Rabbku.โ€™ Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, disuapi gizi yang haram, bagaimana mungkin doanya terkabul?โ€ HR. Muslim dan At-Tirmidzi Dari Abdullah bin Amr c, bahwa Rasulullah n bersabda โ€œEmpat perkara bila keempatnya ada padamu maka tidak mengapa apa yang terlewatkanmu dari perkara duniawi menjaga amanah, ucapan yang jujur, akhlak yang baik, dan menjaga kehalalan makanan.โ€ Shahih, HR. Ahmad dan Ath-Thabarani dan sanad keduanya hasan, Shahih At-Targhib no. 1718 Ath-Thabarani t juga meriwayatkan dari Abu Thufail dengan lafadz โ€œBarangsiapa mendapatkan harta yang haram lalu ia membebaskan budak darinya dan menyambung silaturrahmi dengannya maka itu tetap menjadi beban atasnya.โ€ Hasan lighairihi. Shahih Targhib, 2/148 no. 1720 Dari Al-Qasim bin Mukhaimirah z ia berkata bahwa Rasulullah n bersabda โ€œBarangsiapa mendapatkan harta dengan cara yang berdosa lalu dengannya ia menyambung silaturrahmi atau bersedekah dengannya atau menginfakkannya di jalan Allah, ia lakukan itu semuanya maka ia akan dilemparkan dengan sebab itu ke neraka jahannam.โ€ Hasan lighairihi, HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Marasiil, lihat Shahih At-Targhib, 2/148 no. 1721 Abdullah bin Masโ€™ud z juga pernah menyampaikan pesan Rasulullah โ€œHendaklah kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.โ€ Kami para sahabat berkata โ€œWahai Nabiyullah, kami punya rasa malu kepada Allah, alhamdulillah.โ€ Beliau berkata โ€œBukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah kamu jaga kepala dan apa yang diliputinya yakni lisan, mata, telinga, kamu jaga isi perutmu yakni dari yang haram dan jaga yang bersambung dengannya, kamu ingat kematian dan kehancuran. Barangsiapa yang menghendaki akhirat tentu dia tinggalkan perhiasan dunia. Siapa saja yang melakukan itu semua, berarti dia telah malu dari Allah dengan sebenar-benarnya.โ€ Hasan lighairihi, HR. At-Tirmidzi, Shahih At-Targhib 2/149 no. 1724. [] Sumber Al-Ustadz Qomar Suaidi/Asy-Syariah Penulis Arini Retnaningsih SYARAH HADIS โ€“ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุทูŽูŠูู‘ุจูŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุทูŽูŠูู‘ุจุงู‹ุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู‡ู ุงู„ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ {ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฑูู‘ุณูู„ู ูƒูู„ููˆู’ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ูˆูŽุงุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง} ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ {ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฐูู‘ูŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’} ุซูู…ูŽู‘ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ูŠูุทููŠู’ู„ู ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑูŽ ุฃูŽุดู’ุนูŽุซูŽ ุฃูŽุบู’ุจูŽุฑูŽ ูŠูŽู…ูุฏูู‘ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ุŒ ูˆูŽู…ูŽุทู’ุนูŽู…ูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒูˆูŽู…ูŽู„ู’ุจูŽุณูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆูŽุบูุฐููŠูŽ ุจูุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ู ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, โ€œRasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya Allah Taala itu baik thayyib, tidak menerima kecuali yang baik thayyib. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Taala berfirman, Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh.โ€™ QS Al-Muโ€™minun 51. Dan Allah Taala berfirman, Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.โ€™ QS. Al-Baqarah 172.โ€™ Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan seseorang yang lama bepergian rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku.โ€™ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul?โ€ HR Muslim No. 1015 Makanan halal adalah salah satu bagian dari syariat Islam. Nas-nas tentang wajibnya seorang muslim hanya mengonsumsi makanan yang halal adalah nas-nas yang qathโ€™i, bersifat pasti karena bersumber langsung dari Kitabullah, Al-Qurโ€™an. Misalnya firman Allah Swt., ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ูŽู‘ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุญูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุทูŽูŠูู‘ุจู‹ุง โ€œHai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.โ€ QS Al-Baqarah 168 Para ulama umumnya membagi makanan halal ini dari dua aspek, yakni dari cara memperolehnya dan dari zatnya. Bila cara memperolehnya dengan cara halal dan secara zatnya juga halal, status makanan tersebut adalah halal. Halal tidaknya makanan yang dikonsumsi seorang muslim bukan hanya berpengaruh terhadap pahala dan dosa, tetapi juga membawa efek-efek samping lainnya. Rasulullah saw. bersabda, โ€Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.โ€ Riwayat at-Tirmidzi Salah satu yang dipengaruhi oleh kehalalan makanan adalah terkabulnya doa. Hadis riwayat Imam Muslim yang menjadi topik kita di atas, memberikan gambaran bagaimana seorang yang tidak menjaga makanan, minuman, dan pakaiannya dari yang haram, maka Allah tidak akan mengabulkan doanya sekalipun ia terus meminta. Sebaliknya, orang yang menjaga kehalalan makanannya baik dari zat maupun dari mana makanan tersebut diperoleh, Allah akan menjadikan doa-doanya lebih mudah terkabul. Saad bin Abi Waqqash, seorang sahabat yang Rasulullah saw. katakan doanya makbul, pernah ditanya seseorang, โ€œApa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah saw. lainnya?โ€ โ€œPerbaiki makananmu dan engkau akan menjadi orang yang mustajab, doanya dikabulkan oleh Allah Swt.,โ€ jawab Saโ€™ad. Imam Ahmad pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kebenaran, maka beliau menjawab, โ€Dengan memakan makanan halal.โ€ Hal ini termaktub dalam Thabaqat Al Hanabilah 1/219. Pada masa sekarang, menjaga agar hanya makan makanan yang halal bukanlah persoalan yang mudah. Kondisi perekonomian yang didominasi sistem kapitalisme telah menjadikan kehidupan sulit bagi rakyat yang tidak memiliki akses modal. Sementara yang punya modal, akan menempuh jalan apa pun untuk bisa menguasai akses-akses ekonomi. Tidak sedikit orang menempuh cara-cara haram dalam mencari nafkah. Suap-menyuap, korupsi, dan berbagai kecurangan lain ditempuh, termasuk melakukan tindak kriminal dalam mendapatkan harta. Belum lagi dari sisi zatnya. Tren makanan di masyarakat telah bergeser pada menu-menu kontemporer seperti masakan-masakan asing dari negeri-negeri nonmuslim, dan lebih mendominasinya produk makanan industri. Pergeseran ini membawa konsekuensi. Umumnya menu-menu kontemporer lebih banyak menggunakan bahan-bahan tambahan pangan. Tidak seperti opor atau rendang yang titik kritisnya hanya di masalah kehalalan bahan bakunya, produk-produk kontemporer titik kritisnya hampir merata di seluruh bahan yang digunakan. Sebagai contoh, berbagai jenis masakan Jepang menggunakan sake dan mirin yang merupakan khamar. Berbagai masakan Cina menggunakan angciu, dan masakan Eropa tak sedikit menambahkan wine, brandy, scotch, dan semacamnya. Bahan tambahan yang berfungsi memberikan aroma pada masakan ini dihukumi sebagai khamar atau minuman keras yang diharamkan dalam Islam. Belum lagi bahan-bahan seperti gelatin, pengemulsi, penyedap, dan sebagainya yang banyak diproduksi dari bahan-bahan tidak halal seperti babi, darah, rambut manusia, dan sejenisnya. Kondisi ini membuat kaum muslimin menjadi sulit menjaga makanannya karena kebanyakan pengusaha makanan justru dari kalangan nonmuslim yang tidak peduli masalah halal. Dengan demikian, perlu adanya campur tangan kebijakan negara untuk memastikan bahwa hanya bahan-bahan halal yang boleh dijadikan bahan baku produksi. Semestinya upaya untuk memberikan jaminan halal dalam produksi makanan ini menjadi tugas negara dalam rangka memberikan rasa aman pada umat. Namun sampai sekarang, kepastian halal tersebut belum juga bisa didapat kaum muslimin. Sekalipun UU Jaminan Produk Halal sudah mengamanatkan agar semua produk industri pangan mengacu pada ketentuan halal, dalam praktiknya masih banyak persoalan yang mengganjal penerapannya, sehingga kebijakan halal ini masih sebatas imbauan. Ini sebagaimana yang tercermin saat Kementerian Agama mengajak pengusaha Indonesia untuk dapat mengembangkan produk halal. Ajakan ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal BPJPH Sukoso saat menjadi narasumber dalam International Webinar on Halal dengan tema โ€œProspects and Challenges of Halal Industry during the Covid-19 Pandemicโ€. Semestinya yang dilakukan Pemerintah bukan lagi mengajak, tetapi mewajibkan. Islam telah menggariskan bahwa urusan umat semacam ini adalah tanggung jawab negara sebagai bagian dari perlindungan negara terhadap agama. Rasulullah saw. bersabda terkait dengan tanggung jawab pemimpin negara, โ€œSesungguhnya imam itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.โ€œ HR Muslim โ€œImam adalah pengurus dan ia akan diminta pertanggungjawaban terhadap rakyat yang diurusnya.โ€œ HR Muslim dan Ahmad Laits bin Abi Sulaim meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab ra. pernah menulis surat kepada para wali yang memimpin daerah. Khalifah memerintahkan agar mereka membunuh babi dan membayar harganya dengan mengurangi pembayaran jizyah dari nonmuslim Al Amwal, Abu Ubaid hal. 265. Ini dalam rangka melindungi umat dari mengonsumsi dan memperjualbelikan zat yang telah diharamkan. Negara kapitalis yang menjunjung tinggi kebebasan dalam realitasnya tidak akan mampu melaksanakan perlindungan sebagaimana ditetapkan Islam. Negara semacam ini hanya mencari keuntungan dan membisniskan kepentingan warganya. Negara yang akan mampu mengemban amanah ini hanya negara yang berpijak pada penerapan syariat Islam, Khilafah Islamiah. [MNews/Rgl] Sumber Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments! DIANTARA karakteristik ajaran islam adalah syumuliyah, bersifat menyeluruh dan menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya tuntunan syariat mengenai makan dan minum. Bumi beserta seluruh isinya yang telah Allah tundukkan untuk kepentingan manusia memang menyediakan berbagai jenis makanan. Namun islam memerintahkan umatnya untuk hanya mengonsumsi makanan yang halal dan meninggalkan yang haram. Perintah tersebut disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran, di antaranya dalam surah Al-Baqarah ayat 168-171. Sebagai muslim yang beriman, tentulah perintah tersebut wajib dilaksanakan. Dikutip dari halaman Mutiaraislam, berikut ayat-ayat Al-Quran tentang makanan halal. Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal Al-Baqarah 168 Ilustrasi. foto pexels ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุญูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุฎูุทููˆูŽุงุชู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ูŒ ู…ูุจููŠู†ูŒ โ€œWahai manusia, makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.โ€ Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal Al-Baqarah 172 ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ โ€œWahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.โ€ BACA JUGA Inilah 5 Jenis Makanan Haram dalam Islam ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ููˆู†ูŽูƒูŽ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฃูุญูู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูู„ู’ ุฃูุญูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฑูุญู ู…ููƒูŽู„ู‘ูุจููŠู†ูŽ ุชูุนูŽู„ู‘ูู…ููˆู†ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุณูŽุฑููŠุนู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู * ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุญูู„ู‘ูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ููƒูู…ู’ ุญูู„ู‘ูŒ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูุฌููˆุฑูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูุญู’ุตูู†ููŠู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุณูŽุงููุญููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูุชู‘ูŽุฎูุฐููŠ ุฃูŽุฎู’ุฏูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ููุฑู’ ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุจูุทูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ โ€œMereka bertanya kepadamu Muhammad, โ€œApakah yang dihalalkan bagi mereka?โ€ Katakanlah, โ€Yang dihalalkan bagimu adalah makanan yang baik-baik dan buruan yang ditangkap oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah waktu melepasnya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.โ€ 4 Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan sembelihan Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan dihalalkan bagimu menikahi perempuan-perempuan beriman yang menjaga kehormatan dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan dari kalangan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan pula untuk menjadikannya perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh sia-sialah amal mereka, dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi. 5โ€ Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal An-Nahl 66-69 ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ู„ูŽุนูุจู’ุฑูŽุฉู‹ ู†ูุณู’ู‚ููŠูƒูู…ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูููŠ ุจูุทููˆู†ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ู†ู ููŽุฑู’ุซู ูˆูŽุฏูŽู…ู ู„ูŽุจูŽู†ู‹ุง ุฎูŽุงู„ูุตู‹ุง ุณูŽุงุฆูุบู‹ุง ู„ูู„ุดู‘ูŽุงุฑูุจููŠู†ูŽ * ูˆูŽู…ูู†ู’ ุซูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุฎููŠู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู†ูŽุงุจู ุชูŽุชู‘ูŽุฎูุฐููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุณูŽูƒูŽุฑู‹ุง ูˆูŽุฑูุฒู’ู‚ู‹ุง ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽุขูŠูŽุฉู‹ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ * ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุญูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ู„ู ุฃูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุฎูุฐููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ุจููŠููˆุชู‹ุง ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฌูŽุฑู ูˆูŽู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑูุดููˆู†ูŽ * ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูู„ููŠ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ููŽุงุณู’ู„ููƒููŠ ุณูุจูู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒู ุฐูู„ูู„ู‹ุง ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ู…ูู†ู’ ุจูุทููˆู†ูู‡ูŽุง ุดูŽุฑูŽุงุจูŒ ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŒ ุฃูŽู„ู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ูููŠู‡ู ุดูููŽุงุกูŒ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽุขูŠูŽุฉู‹ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุชูŽููŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ โ€œDan sesungguhnya pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya berupa susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya. 66 Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuatnya menjadi minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang yang mengerti. 67 Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, โ€œBuatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin oleh manusia, 68 kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.โ€ Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang beraneka macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang yang berpikir. 69โ€ Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal An-Nahl 114-115 ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ * ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู‡ูู„ู‘ูŽ ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ููŽู…ูŽู†ู ุงุถู’ุทูุฑู‘ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุจูŽุงุบู ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽุงุฏู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ โ€œMaka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. 114 Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa memakannya bukan karena menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 115โ€ BACA JUGA Ini 10 Makanan Kesukaan Nabi dan Manfaatnya bagi Tubuh Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal Thaha 81 Ilustrasi. foto pexels ูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุทู’ุบูŽูˆู’ุง ูููŠู‡ู ููŽูŠูŽุญูู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุบูŽุถูŽุจููŠ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ู„ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุบูŽุถูŽุจููŠ ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‡ูŽูˆูŽู‰ โ€œMakanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah kamu melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah dia.โ€ Ayat-ayat Al-Quran Tentang Makanan Halal Al-Hajj 27-28 ูˆูŽุฃูŽุฐู‘ูู†ู’ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูŠูŽุฃู’ุชููˆูƒูŽ ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุถูŽุงู…ูุฑู ูŠูŽุฃู’ุชููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ููŽุฌู‘ู ุนูŽู…ููŠู‚ู * ู„ููŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏููˆุง ู…ูŽู†ูŽุงููุนูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ูŽุงุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽู‡ููŠู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุจูŽุงุฆูุณูŽ ุงู„ู’ููŽู‚ููŠุฑูŽ โ€œDan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. 27 Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. 28โ€ SUMBER MUTIARAISLAM PORTALPASURUAN