Ideawal dari pembuatan teh kulit salak ini datang dari Muhammad Subhkan, selaku penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Restu Mujtaba di Desa Wedi. Ia ingin memanfaatkan limbah yang tak terpakai dari buah salak. Di Pokdarwis Restu Mujtaba yang dipimpin oleh Subhkan, buah salak memang diolah menjadi beragam jenis penganan. Mulai dari kurma REPUBLIKACO.ID, YOGYAKARTA -- Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil mengalahkan 170 tim peneliti dari 11 negara di dunia di ajang The 3rd International Young Inventaris Awards di Surabaya, Jawa Timur pekan lalu. Mereka berhasil meraih meraih emas atas penelitian mereka berupa teh dari kulit salak untuk Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Rabu (8/5). CaraKerja Penelitian 1. Ambillah kulit buah salak ( jangan pakai buah ). 2. Bilas dengan air sampai bersih. 3. Kemudian masukkan ke dalam kuali ( jangan kuali aluminium, atau besi ). 4. Tuangkan dengan air secukupnya 5. Rebus menggunakan api kecil sekali, sampai mendidih airnya. 33.3 Proses Aktifasi Kulit Salak 19 3.3.4 Analisis Burn off 19 3.3.5 Analisis Adsorpsi Terhadap Metilen Biru 19 3.4 DIAGRAM ALIR PENELITIAN 20 3.4.1 Diagram Alir Persiapan Bahan Baku 20 3.4.2 Diagram Alir Proses Pirolisis Kulit Salak 21 3.4.3 Diagram Alir Proses Aktifasi Kulit Salak 22 3.4.4 Diagram Uji Adsorpsi Terhadap Metilen Biru 23 JurnalTeknik Kimia USU, Vol. 4, No. 2 (Juni 2015) 59 PENGARUH TEMPERATUR DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT SALAK (SALACCA SUMATRANA) DENGAN AKTIFATOR SENG KLORIDA (ZnCl 2) Muhammad Turmuzi, Ardiano Oktavianus Sahat Tua, Fatimah Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Gambar3 Model Isotermal Adsorpsi Karbon Aktif Kulit Salak (a) Variasi Konsentrasi Awal (b ) Variasi Jumlah Karbon Aktif Dari Gambar 3 terlihat bahwa model Langmuir yang memiliki model yang palin g sesuai dengan hasil fitting yang memberikan nilai R 2 sebesar 0,9632 untuk variasi konsentrasi awal dan 0,9375 untuk variasi jumlah karbon aktif. REPUBLIKACO.ID, MALANG -- Peneliti dari kalangan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan, limbah kulit salak yang sudah diolah menjadi serbuk teh mampu menjadi obat penurun panas dan diabetes.'Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative JurnalPangan dan Agroindustri Vol. 3 No 1 p.203-214, Januari 2015 dikembangkan menjadi teh herbal kulit salak untuk pengobatan diabetes.Dari hasil penelitian teh herbal kulit salak menggunakan perlakuan proporsi filtrat kulit salak : pandan wangi (60:40), Dalam pembuatan teh herbal kulit salak ini digunakan pemanis alami bebas kalori Manfaatlain dari kulit salak adalah membantu menstabilkan tekanan darah, baik tekanan darah rendah maupun tekanan darah tinggi. Sebaiknya mengonsumsi teh kulit salak secara rutin selama 2 minggu. 3. Mengobati ambeien. Teh kulit salak ini juga mampu mengobati ambeien. Anda bisa mencampur teh kulit salak dengan gula merah dan mengonsumsinya 2 W1yIJx. Desa Wedi di Kecamatan Kapas, Bojonegoro punya beragam inovasi penganan dan minuman dari buah salak. Salah satu inovasi terbarunya adalah teh kulit salak. Seperti apa olahan teh kulit salak dari Desa Wedi Bojonegoro? Salak merupakan buah yang sering ditemui di daerah tropis, seperti Indonesia. Buah bernama Latin Salacca Zalacca ini memiliki kulit yang tajam dengan daging buah yang segar. Di Bojonegoro, ada sebuah desa yang cukup identik dengan buah salak. Yakni Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Selain penghasil salak, warga Desa Wedi juga dikenal sebagai penghasil olahan penganan dari dari salak. Beragam olahan salak berhasil dibuat oleh warga Wedi yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Restu Mujtaba. Salah satu olahan terbaru dari Pokdarwis Restu Mujtaba adalah teh kulit salak. Ide awal dari pembuatan teh kulit salak ini datang dari Muhammad Subhkan, selaku penggerak Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Restu Mujtaba di Desa Wedi. Ia ingin memanfaatkan limbah yang tak terpakai dari buah salak. Di Pokdarwis Restu Mujtaba yang dipimpin oleh Subhkan, buah salak memang diolah menjadi beragam jenis penganan. Mulai dari kurma, brownies, hingga molen. Bagian lain juga bisa diolah seperti biji yang mampu disulap jadi kopi. Subhkan kemudian ingin memanfaatkan limbah kulit salak yang tak terpakai. Lewat eksperimen bersama dengan mahasiswa pertanian dari Malang dan Surabaya, teh kulit salak pun berhasil dibuat. “Limbah yang belum terpakai selama ini adalah kulit. Jadi kami coba kembangkan untuk jadi teh kulit salak. Kebetulan ada penelitian dari mahasiswa dari Surabaya dan Malang juga,” ungkap Subhkan. Proses pembuatan teh kulit salak ini pun tak begitu rumit. Kulit salak yang sudah dibersihkan dicuci hingga bersih. Kemudian dijemur sampai benar-benar kering. Setelah kering, kulit salak dihaluskan dengan bantuan blender bersama dengan tambahan kayu manis. Usai halus, bubuk kulit salak kemudian dimasukkan ke dalam kantong teh. Dengan tambahan air panas, teh kulit salak pun siap disajikan. Menurut Subhkan, teh kulit salak ini sudah melalui proses uji lab. Proses pembuatannya juga diawasi oleh tim Program Kemitraan Wilayah dari Universitas Surabaya serta mahasiswi dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Malang STTP. “Kandungan dari teh ini sudah diuji lab. Kita juga dibantu oleh teman-teman dari Ubaya dan STTP,” ujar Subhkan. Teh ini memiliki aroma salak yang cukup kuat. Cita rasanya pun cenderung sepet. Sehingga, jangan lupa untuk menambahkan gula untuk mengurangi kadar rasa sepetnya. Teh kulit salak ini sudah mulai dijual melalui brand Bunda Arum. Satu boks teh bersisi 10 kantong teh kulit salak dihargai Rp 7 ribu. Harga yang cukup terjangkau tentunya. Gimana Nabs? Tertarik untuk mencoba teh kulit salak dari Pokdarwis Restu Mujtaba. Kalau penasaran, langsung saja datang ke Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro untuk membeli sekaligus mencicipinya. Ari. G. W., Dea. Winda. Fajar. S. 2018. Pengaruh Waktu Kontak Dan Keasaman Terhadap Daya Bio Adsropsi Limbah Sabut Kelapa Hijau Pada Ion Logam Timbal II. Kovalen. Vol. 4. No. 2, September 2018. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Arifiyana. D., Vika. A. D., 2020. Biosorpsi Logam Besi Fe Dalam Media Limbah Cair Artifisial Menggunakan Biadasroben Kulit Pisang Kepok Musa acuminate. Jurnal Riset Kimia. Vol. 5. No. 1, Juni 2020. Akademi Farmasi Surabaya Ashraf, MA., Maah, MJ.,Yusoff,I.,2010, Study of Banana peel Musa sapientum as a Cationic Biosorben, American-Eurasian Fajri, Arinal., Dora Arista, Maya Sari, 2019, Pengolahan Limbah Laboratorium Kimia Dengan Sistem Penyaringan Sederhana, Journal of Sainstek 10120-23, Tanah Datar Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Hajar, E., WI., Sitorus, RS., Mulianigtias, N., Welan, FJ., 2016, Efektivitas Adsorpsi Logam Pb2+ dan Cd2+ Menggunakan Media Adsorben Cangkang Telur Ayam. Konversi 511-7, Samarinda Universitas Mulawarman. Hikmawati, Dwi. I. 2018. Studi Perbandingan Kinerja Serbuk dan Arang Biji Salak Pondoh Salacca zalacca pada Adsorbsi Metilen Biru. Chimica et Natura Acta Universitas PGRI Madiun. Madiun. Kurniasari, L., 2010, Pemanfaatan Mikroorganisme Dan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Baku Biosorben Logam Berat, Momentum 625-8, Semarang Universitas Wahid Hasyim. Lusiana. U., 2012. Penerapan Kurva Kalibrasi, Bagan Kendali Akurasi dan Persisi Sebagai Pengendalian Mutu Internal Pada Pengujian COD Dalam Air Limbah. Biopropal Industri. Vol. 3 Juni 2012. Mawardi., Sanjaya, H., dan Zainul, R. 2015. Characterization of Napa Soil and Adsorption of Pb II from Aqueous Solution Using on Coloumn Method. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 7, 12, 901-912. Nurhasni, Hendrawati, dan Saniyyah, N., 2014. Sekam Padi untuk Menyerap Ion Logam Tembaga dan Timbal dalam Air Limbah. Jurnal Valensi Mei 2014 36-44. Nurhayati, I., Sugito, Ayu., P., 2018. Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Dengan Adsropsidan Pretreatment Netralisasi dan Sians dan Teknologi Lingkungan. Vol. Juni 2018. Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya Pujiasih, Dyah Ayu., Nurhasanah., dan Mega Nurhanisa. 2019. Pengaruh Penambahan Karbon Aktif Biji Salak Salacca edulis pada Sistem Filtrasi Air Gambut. Prisma Fisika, Vol. 7, No. 3, Hal. 275-281. Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura. Pontianak. Riapanitra. A., Tien. S., Kapti. R., 2006. Penentuan Waktu Kontak dan Ph Optimum Penyerapan Metilen Biru Menggunakan Abu Sekam Padi. Jurusan Kimia, Program Studi MIPA Unsoed Purwokerto Radyawati. Kulit Pisang Kepok UntukPenyerapan Logam Timbal Pb danLogam Seng Zn. Saifudin, A., Rahayu, V., danTeruna, H. Y. 2011. Standardisasi Bahan Obat Alam. Yogyakarta Sepryani. H., Mega. E., Ameliya. E. 2017. Optimasi pH Terhadap Penyerapan Ion Logam Timbal Dengan Menggunakan Biomaterial Batang Pisang Kepok Musa accuminata balbisiana colla. September 2017. Akademi Analais Kesehatan Pekanbaru. Akademi Refraksi Optik Padang Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta Gramedia Widiasarana Indonesia. Susanti, R., Dewi Mustikaningtyas, Fitri Arum Sasi, 2014, Analisis Kadar Logam Berat pada Sungai di Jawa Tengah, Sainteknol 121, Semarang Universitas Negeri Semarang. Turmuzi, M, Arion, S. 2015. Pengaruh Suhu Dalam Pembuatan Karbon Aktif Dari Kulit Salak Salacca edulis Dengan Impergnasi Asam Fosfat Widayanto, T., Teti, Y., Agung, 2017. Adsropsi Logam Berat Pb Dari Limbah Cair Dengan Adsorben Aeang Bambu Aktif. Jurnal Tekonologi Bahan Alam. Vol. 1, Fakultas Teknik Universitas Muhammaadiyah Surakarta. Widhianingrum, Inawati., Khoirun, Vivi, A., Bekti, N. 2016. Penurunan Ion Logam Kadmium Menggunakan Biji Salak Sebagai Adsorben Pada Limbah Indusrtri “X”. Inovasi Teknik Kimia, Vol. 1, Universitas Wahid Hasyim. Semarang. Wiendarlina. I. Y., Min. R., Fajar. 2018. Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Air Herba Pegagan Daun Kecil Centella asiatica. L. Urb. Terhadap Tikus Putih Jantan Sprague DawleyL. Yang Diinduksi Dengan Parasetamol. Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 8 Juni 2018. Zein, R., Novrizaldi, Wardana, Refilda, Hermansyah, A., 2018. Kulit Salak Sebagai Biosorben Potensial untuk Pengolahan Timbal II dan CadmiumII dalam Larutan. Chimica et Natura Acta, Vol. 6 No. 2 56 – 64. Andalas University. Padang Indonesia MALANG - Peneliti dari kalangan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan, limbah kulit salak yang sudah diolah menjadi serbuk teh mampu menjadi obat penurun panas dan diabetes."Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Mhas Agoes Triambada, ada empat mahasiswa lain yang mendukung penelitian tersebut, yakni Audisty Oktavian, Saraswati, Wildan Noor, dan lanjut Mhas Agoes mengatakan, Cinamic acid derivative merupakan senyawa yang mampu mendorong regenerasi sel epitel. Zat tersebut juga berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe aktif lain yang terkandung dalam kulit salak yang sudah diolah menjadi teh itu, kata Mhas Agoes, adalah Pterostilbene, yakni zat anti diabetes yang berperan langsung dalam menurunkan kadar gula berbahan baku limbah kulit salak karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya UB Malang yang diberi nama "Litlak Tea" itu dijual seharga Rp Teh kulit salak tersebut diolah menjadi sejumlah varian rasa, yakni original, cokelat, dan vanila dengan ukuran gelas original dikhususkan untuk penderita diabetes, sedangkan rasa cokelat dan vanila untuk kalangan non-diabetes. "Kami berharap teh hasil penelitian kami ini bisa diterima oleh semua kalangan sebagai minuman sehat dan nikmat, terutama bagi penderita diabetes," mahasiswa tersebut juga berharap ada investor yang mau bergabung untuk memajukan dan mengembangkan peluang usaha tersebut dan akhirnya bisa diterima pasar secara luas. sumber Antara